Proyek Pembangunan Trotoar di Abepura, Mama-mama Papua Penjual Pinang Kehilangan Tempat Jualan

7 Desember 2023, 16:39 WIB
Kondisi tempat biasanya mama-mama Papua jualan pinang dan noken kini tidak ada karena pembangunan trotoar /Richard Mayor/Dok.suarajayapura - Pikiran-Rakyat

SUARA JAYAPURA - Proyek pembangunan trotoar yang berlokasi di depan Saga Mall Abepura, Distrik Abepura, Kelurahan Kota Baru, Kota Jayapura, Papua, berdampak pada hilangnya tempat bagi mama-mama Papua yang setiap harinya menjual buah pinang dan hasil anyaman berupa noken ditempat tersebut.

Proyek tersebut sendiri diketahui milik salah satu Dinas di Pemerintah Kota Jayapura yang awalnya dilakukan pengukuran pada 6 Desember 2023, lalu mulai pekerjaannya pada 7 Desember 2023.

Neli Palora, salah satu mama Papua penjual pinang di depan Saga Abepura mengatakan, mulai saat ini dirinya dengan beberapa mama-mama Papua penjual pinang, juga mama-mama Papua penjual noken sudah tak bisa lagi menjual barang jualan mereka. Lantaran tempat yang biasanya mereka gelar dagangan milik mereka telah dipenuhi material bangunan.

Baca Juga: Pemerintah Kota Jayapura Beri Ruang OSIS Unjuk Gigi Bahas Pelajar

"Yang kami ingin tau, mengapa di bulan Desember, bulan Natal baru ada pekerjaan seperti ini," kata Mama Neli Palora, yang ditemui suarajayapura.com pada Kamis, 7 Desember 2023 petang.

Ungkap Mama Neli, di bulan-bulan lalu bukan bulan Desember mengapa tidak dikerjakan.

"Sementara dibulan Desember ini pun kami juga berjualan untuk mencari uang sama dengan masyarakat lainnya untuk juga merayakan natal," ujar Neli Palora.

Disinggung sejak kapan mulai jualan, sebut Neli, sampai tahun Tahun 2023 ini genap 20 Tahun dirinya sudah berjualan ditempat tersebut.

Baca Juga: OSIS SMA-SMK di Kota Jayapura Bahas Masa Depan Pelajar, Pemerintah Bangga

"Mama sudah berjualan selama 20 Tahun ditempat ini. Dan dari hasil jualan selain untuk makan, juga mama bantu untuk membiayai anak-anak juga cucu-cucu untuk pendidikan mereka disekolah, juga yang kuliah," ucap Mama Neli.

Hal senada juga disampaikan Mama Sarah Yaro menuturkan, sejak pekerjaan pembangunan ini, dirinya sudah tidak mendapatkan uang.

"Tempat yang biasanya mama jualan sudah tidak ada lagi. Sekarang mama mau dapat uang dari mana," ucap Mama Sarah.

Ia berharap, ada niat baik dari pemilik pembangunan tersebut untuk menggantikan uang harian mereka selama tidak berjualan karena tempat jualan mereka telah dibongkar untuk kepentingan proyek.

"Tempat jualan milik mama sudah dibongkar. Sehingga mama bertanya, bagaimana dengan uang harian jualan mama, yang setiap harinya berjualan puji Tuhan sedikitnya mama bisa dapat 5 ratus ribu. Tapi kalau sudah tidak jualan mama mau dapat uang dari mana," ujar mama Papua penjual pinang itu.***

Editor: Richard Mayor

Tags

Terkini

Terpopuler